Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

21.602 Tentara Ukraina Desersi dalam Sebulan, Rekor Saat Lawan Rusia

21.602 Tentara Ukraina
Skintific

21.602 Tentara Ukraina Ribuan Tentara Ukraina Desersi dalam Sebulan — Rekor Baru di Tengah Perang dengan Rusia

Koran Suakbumi — 21.602 Tentara Ukraina Angka desersi dalam militer Armed Forces of Ukraine (AFU) menembus rekor baru. Dalam satu bulan saja — Oktober 2025 — sebanyak 21.602 personel dilaporkan meninggalkan unitnya tanpa izin.

Fakta Utama

Data resmi yang dikutip oleh mantan anggota parlemen Ukraina Ihor Lutsenko menunjukkan bahwa pada Oktober tercatat 21.602 kasus ketidakhadiran atau deserti.

Skintific

Angka ini disebut sebagai rekor tertinggi sejak perang skala penuh antara Ukraina dan Rusia berlangsung.

Lutsenko menegaskan bahwa angka tersebut hanya “kasus resmi” — banyak kejadian yang mungkin tidak tercatat.

Penyebab yang Diidentifikasi

Moral yang menipis di kalangan prajurit — baik karena kondisi tempur, kekurangan rotasi, maupun wear‑and‑tear fisik dan psikis. Serbuan Ukraina Jadi Invasi Militer Asing Pertama ke Rusia Sejak PD 2

Baca Juga: Dukung Komisi Reformasi Polri, Surya Paloh: Agar Polisi Lebih Baik

Implikasi Strategis

Tingginya angka maninggalkan posisi ini memiliki dampak serius bagi Ukraina:

Menurunnya tenaga tempur yang tersedia untuk pertahanan atau serangan, sementara musuh menggunakan keunggulan jumlah dan tekanan.

Semakin sulitnya perputaran pasukan, istirahat, rotasi, dan pelatihan yang memadai — faktor penting agar unit tetap efektif.

Dapat memperlemah posisi negosiasi Ukraina bila kelelahan dan kekurangan pasukan terbukti secara nyata di lapangan.

Tanggapan dan Upaya Ukraina

Pemerintah Ukraina telah mengakui masalah manajemen personel ini dan mencoba beberapa langkah:

Membuka mekanisme pemulangan bagi prajurit yang meninggalkan tanpa izin agar kembali bertugas — sebagai salah satu upaya mitigasi.Melakukan evaluasi terhadap sistem mobilisasi dan rotasi pasukan untuk memperbaiki kondisi di lapangan.

Tantangan ini bukan hanya soal jumlah pasukan, melainkan juga kualitas, moral, rotasi, dan kepemimpinan di garis depan. Bagaimana Ukraina menjawab tantangan ini dalam beberapa bulan ke depan bisa sangat menentukan arah konflik dan stabilitas regional.

Faktor‑Pendorong Desersi

Berbagai analis dan laporan menyoroti sejumlah penyebab utama lonjakan kasus tersebut:

Kepemimpinan militer yang kritis — terdapat kritik bahwa banyak komandan unit jarang berada di garis depan, menyebabkan moral prajurit menurun.

Kelelahan fisik dan psikologis akibat pertempuran berkepanjangan dan kurangnya istirahat atau dukungan pasukan cadangan.


21.602 Tentara Ukraina Implikasi Strategis

Lonjakan desersi ini memiliki dampak yang serius terhadap kapasitas pertahanan Ukraina:

Melemahnya jumlah personel aktif & siap tempur — dengan tingginya angka yang meninggalkan unit, jumlah prajurit yang tersedia untuk front berkurang secara nyata.

Mengganggu perencanaan operasi militer — unit yang kehilangan anggotanya sulit untuk menjaga kontinuitas, rotasi, pelatihan, maupun kesiapan tempur.

Memperkuat posisi lawan — Rusia, yang terus menekan di front‑timur dan selatan, dapat memanfaatkan kelelahan dan kekosongan di barisan Ukraina.

Moral nasional & dukungan publik — apabila kerugian tak hanya soal korban tempur tetapi juga pasukan yang “hilang”, dukungan publik dan semangat nasional bisa terkikis.


21.602 Tentara Ukraina Upaya Ukraina Menghadapi Tantangan

Untuk merespons krisis ini, Ukraina dan otoritas militer telah melakukan atau merencanakan:

Pembentukan mekanisme agar prajurit yang AWOL atau desersi dapat kembali tanpa menghadapi hukuman berat, guna memulihkan persone

Reformasi dalam mekanisme mobilisasi dan penugasan,termasuk upaya memperjelas durasi tugas di front dan meningkatkan rotasi pasukan. Penguatan komunikasi internal tentang kondisi tugas, hak prajurit, dan akselerasi bantuan psikologis untuk mengatasi kelelahan serta stres pertempuran.


Catatan: Verifikasi & Perspektif

Definisi antara “AWOL” (absent without leave) dan “desersi” berbeda dalam hukum militer Ukraina — namun secara operasional keduanya mempengaruhi kesiapan pasukan.

Oleh karena itu, angka sebenarnya bisa lebih tinggi.


Kesimpulan

Fenomena lebih dari 21 000 personel meninggalkan unit militer dalam sebulan merupakan alarm besar bagi Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Skintific