Peringati Hari Tani 2025, Petani Turun ke Jalan! Ini 6 Tuntutan Utama SPI
Koran Sukabumi – Demo Hari Tani Nasional dari berbagai daerah memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk memperingati Hari Tani Nasional (HTN) 2025. Aksi yang berlangsung damai ini dipimpin langsung oleh Serikat Petani Indonesia (SPI) dengan membawa enam tuntutan utama kepada pemerintah.
Dengan mengenakan caping, membawa poster, dan menyuarakan aspirasi lewat orasi, para petani menegaskan bahwa nasib petani kecil masih jauh dari sejahtera, meski Indonesia dikenal sebagai negara agraris.
Ini Enam Tuntutan SPI di Hari Tani Nasional 2025:
Stop Perampasan Tanah
Mereka mendesak pemerintah menghentikan alih fungsi lahan pertanian untuk kepentingan industri dan tambang yang merugikan petani.
Bangun Kedaulatan Pangan Nasional
Petani ingin negara memperkuat produksi dalam negeri, bukan bergantung pada impor pangan yang melemahkan harga hasil tani lokal.
Tolak Proyek Food Estate dan Korporatisasi Pertanian
SPI menilai program food estate lebih menguntungkan investor besar ketimbang petani kecil.
Berikan Perlindungan Harga dan Pasar untuk Petani
Petani meminta jaminan harga panen yang stabil dan menguntungkan, serta akses langsung ke pasar tanpa tengkulak.
Hapus Utang Petani dan Berikan Akses Permodalan Murah
Banyak petani terlilit utang karena bunga tinggi. SPI menuntut skema kredit ringan dan adil untuk petani kecil.
Baca Juga: Disapu Banjir Bandang 3 Orang Tewas di OKU Selatan
Demo Hari Tani Nasional Tapi Subjek Pembangunan”
Kami bukan buruh di tanah sendiri. Sudah saatnya petani jadi pelaku utama pembangunan, bukan korban dari proyek besar yang tak berpihak,” ujarnya di depan massa aksi.
Aksi Berlangsung Tertib, Didampingi Aparat
Setelah berorasi di depan Istana Negara, perwakilan SPI menyerahkan dokumen tuntutan kepada perwakilan Kementerian Agraria dan Kementerian Pertanian.
Pesan di Balik Hari Tani Nasional 2025
Hari Tani bukan sekadar seremoni. Lewat aksi ini, SPI ingin mengingatkan bahwa tanah, pangan, dan petani adalah tiga pilar penting bagi masa depan bangsa. Tanpa keberpihakan pada petani, ketahanan pangan nasional hanya akan jadi slogan.






