Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Disapu Banjir Bandang 3 Orang Tewas di OKU Selatan

Skintific

Disapu Banjir Bandang Terjang OKU Selatan, Tiga Warga Tewas dan Belasan Rumah Rusak Parah

Koran Sukabumi – Disapu Banjir Bandang melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, pada Senin malam (23/9), mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan rumah warga rusak berat. Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari menyebabkan luapan sungai yang tak terbendung menghantam permukiman di beberapa desa.

Banjir terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 20.30 WIB, menyapu Desa Sukajaya, Kecamatan Banding Agung, serta beberapa titik lain di sekitarnya.

Skintific

Korban Tewas Ditemukan Tertimbun Material

Korban tewas terdiri dari seorang lansia, seorang ibu rumah tangga, dan seorang anak berusia 10 tahun. Ketiganya berasal dari keluarga berbeda yang tinggal tak jauh dari bantaran sungai kecil yang meluap.

Tarzan Turut Disapu Banjir Bandang di OKU Selatan, Renggut 3 Korban Jiwa

Baca Juga: Cegah Keracunan BGN Imbau Dapur MBG Rutin Pelatihan dan Cek Kesehatan

Selain menelan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah, di antaranya:

17 rumah warga rusak berat, beberapa di antaranya rata dengan tanah

2 jembatan penghubung desa putus total

Listrik padam di tiga desa akibat gardu rusak

Akses jalan menuju Banding Agung sempat tertutup lumpur setinggi 1 meter

Pemerintah Daerah Tetapkan Status Tanggap Darurat

Bupati OKU Selatan, Popo Ali Martopo, mengunjungi lokasi terdampak banjir dan langsung menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama tujuh hari ke depan.

Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan

Warga sangat membutuhkan bantuan logistik, selimut, air bersih, dan makanan siap saji.

“Kami belum tidur sejak semalam. Semua barang hanyut, rumah sudah rata dengan tanah,” kata Siti (48), warga terdampak banjir.

Status Tanggap Darurat

Bupati OKU Selatan, Popo Ali Martopo, langsung meninjau lokasi terdampak dan menyatakan status Tanggap Darurat Bencana selama tujuh hari.

Pemerintah daerah bersama TNI/Polri, BPBD, dan dinas terkait kini terus menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak dan melakukan pembersihan material lumpur serta pencarian korban lainnya yang kemungkinan masih tertimbun.

Penyebab dan Peringatan Dini

Selain faktor cuaca, warga dan aktivis lingkungan menduga kerusakan hutan di bagian hulu juga memperparah banjir.

Skintific