Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Kendaraan Mogok Usai Diisi Pertalite, Pertamina Lakukan Investigasi

Skintific

Kendaraan Mogok Usai Diisi Pertalite, Pertamina Lakukan Investigasi

Koran Sukabumi — Kendaraan Mogok Belakangan ini, sejumlah pengendara di kawasan Kendari, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan kendaraan mogok setelah melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite. Dalam menanggapi hal tersebut, Pertamina langsung melakukan langkah investigasi internal dan pengujian kualitas melalui tim quality control untuk mencari akar masalahnya.


Kronologi & Keluhan Pengguna

Beberapa pengemudi sepeda motor ojek online (ojol) melaporkan bahwa tak lama setelah mengisi Pertalite di SPBU‐tertentu, motor mereka mulai ngadat, bahkan mati total. Mereka mengaku bahan bakar yang baru diisi tampak berubah warna menjadi agak gelap, berbau seperti cairan thinner, dan sangat berbeda dari yang biasa.

Skintific

Contohnya, seorang pengemudi menyatakan:

Setelah saya isi Pertalite, motornya ngadat‑ngadat dan akhirnya mati. Warna bahan bakarnya saja beda.”

Keluhan‐keluhan ini memunculkan indikasi bahwa ada ketidaksesuaian mutu bahan bakar atau bahkan potensi praktik pengoplosan bahan bakar di tingkat SPBU atau distribusi. Kasus Lexus Mogok Usai Isi Pertamax, Begini Penjelasan Pertamina


Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Kalteng Ingatkan Pemuda Ilmu Boleh Tinggi, Adab Nomor Satu

Respons Pertamina & Tindakan Investigasi

Dalam konferensi pers, pihak Pertamina menyatakan bahwa hingga pengujian awal, hasilnya masih sesuai spesifikasi dari lembaga penguji resmi.

Pemerintah pun turut mengapresiasi langkah penegakan hukum terhadap dugaan pengoplosan BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, memberi mandat agar proses investigasi berlangsung secara transparan.


Analisis: Potensi Penyebab & Konteks yang Lebih Luas

Beberapa faktor yang kemungkinan berkontribusi terhadap kejadian ini:

Pengoplosan atau bahan bakar ilegal: Ada temuan bahwa beberapa SPBU mencampur bahan bakar mutu rendah (misal RON 87) ke dalam BBM yang seharusnya memenuhi standar RON 90 (Pertalite).

Pengaruh terhadap pengguna: Untuk pengemudi yang operasional sehari‐hari, seperti ojol, mogok kendaraan berarti kehilangan pendapatan, biaya perbaikan, dan waktu. Contoh: satu pengemudi menyebut biaya ekstra hingga puluhan ribu rupiah.

Kepercayaan publik terhadap produk BBM: Isu seperti ini bisa menurunkan keyakinan masyarakat terhadap merek dan kualitas BBM, bahkan jika produk yang legal masih sesuai spesifikasi.


Kendaraan Mogok Implikasi & Rekomendasi

Pengguna juga sebaiknya waspada jika warna, bau, atau performa BBM tampak berbeda.


Penutup

Kejadian mogok massal kendaraan setelah isi Pertalite di Kendari menjadi alarm penting bagi sistem distribusi bahan bakar di Indonesia.

Skintific