Klarifikasi Maruli Siahaan Soal TPL, Ketua GAMKI Geram Atas Pernyataan yang Dinilai Membela Perusahaan
Koran Sukabumi — Klarifikasi Maruli Siahaan Setelah menimbulkan kontroversi atas pernyataannya terkait PT Toba Pulp Lestari (TPL), Maruli Siahaan angkat bicara untuk memberikan klarifikasi. Pernyataan sebelumnya yang dianggap membela perusahaan kayu pulp ini memicu reaksi keras, terutama dari kalangan aktivis lingkungan dan organisasi pemuda.
Klarifikasi Maruli Siahaan
Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (10/12/2025), Maruli menegaskan bahwa pernyataannya sebelumnya disalahartikan media dan publik. Ia menyatakan tidak bermaksud membela TPL secara total, melainkan menyoroti perlunya dialog antara perusahaan dan masyarakat lokal agar masalah lingkungan dan sosial dapat diselesaikan dengan cara damai.
“Saya ingin menekankan, maksud saya adalah agar semua pihak duduk bersama dan mencari solusi. Tidak ada niat untuk menutup mata atas dampak lingkungan yang terjadi,” ujar Maruli.
Baca Juga: Ditangkap Bos Terra Drone Diperiksa Polres Jakpus Terkait Kebakaran
Reaksi Ketua GAMKI
Namun, Ketua GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), yang selama ini menyoroti praktik perusahaan di wilayah Danau Toba, menanggapi klarifikasi tersebut dengan tegas. Ia menyebut pernyataan Maruli masih terdengar seolah membela TPL dan menimbulkan ketidakpercayaan publik.
“Yang terjadi bukan sekadar kesalahpahaman. Pernyataan itu jelas berpihak pada perusahaan, sementara masyarakat dan lingkungan yang terdampak tetap dirugikan. Kami geram dan menuntut tanggung jawab yang nyata,” tegas Ketua GAMKI.
Isu Lingkungan dan Sosial yang Masih Panas
Kontroversi ini kembali menyoroti persoalan lama terkait TPL, termasuk deforestasi, polusi, dan konflik lahan dengan masyarakat adat. Aktivis lingkungan dan organisasi pemuda menekankan pentingnya pengawasan independen agar perusahaan bertanggung jawab penuh atas dampak sosial dan ekologisnya.
Beberapa pihak juga menyerukan agar pemerintah daerah dan pusat lebih tegas dalam menegakkan regulasi lingkungan dan memastikan hak masyarakat lokal terlindungi.
Maruli Berjanji Akan Terlibat Dalam Mediasi
Menanggapi kritik keras dari GAMKI dan kelompok masyarakat, Maruli menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam mediasi. Ia berharap kehadiran pihak ketiga yang independen dapat memfasilitasi dialog antara TPL, pemerintah, dan masyarakat terdampak sehingga tercapai kesepakatan yang adil.
“Kalau perlu, saya siap memfasilitasi pertemuan dengan semua pihak agar masalah ini tidak berlarut-larut,” ujar Maruli.
Kesimpulan
Kontroversi pernyataan Maruli Siahaan soal TPL menunjukkan bahwa isu lingkungan dan hak masyarakat tetap menjadi sorotan publik. Sementara klarifikasi telah disampaikan, ketegangan antara dukungan terhadap dialog dan tuntutan pertanggungjawaban perusahaan masih menjadi perdebatan panas di masyarakat.






