Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Sastra Ukraina Bangkit: Dari Perjuangan Bahasa ke Sorotan Global

Skintific

Sastra Ukraina Bangkit: Dari Perjuangan Bahasa ke Sorotan Global

Koran Sukabumi — Sastra Ukraina kini memasuki babak baru. Dari karya-karya klasik yang memperjuangkan identitas nasional, hingga puisi dan novel yang lahir dari konflik dan pengungsian, suara sastra Ukraina kini bergema jauh melampaui perbatasan negaranya.

Penerbitan internasional meningkat drastis sejak 2022. Karya-karya seperti Fieldwork in Ukrainian Sex karya Oksana Zabuzhko dan puisi-puisi dari Serhiy Zhadan kini telah diterjemahkan ke puluhan bahasa, termasuk Jepang, Arab, dan Indonesia.

Skintific

Kami tidak hanya menulis tentang perang, tapi juga tentang harapan, cinta, dan tanah air,” ujar penulis dan penyair Lina Kharchenko dalam acara peluncuran buku di Kyiv pekan ini.

Sastra Ukraina Dari Shevchenko ke Zabuzhko: Perjalanan Panjang

 memiliki akar panjang sejak masa Taras Shevchenko, yang menulis puisi dalam bahasa rakyat saat Kekaisaran Rusia menekan bahasa Ukraina. Di era Soviet, banyak sastrawan dibungkam. Kini, pasca kemerdekaan dan invasi Rusia, sastra menjadi sarana perlawanan sekaligus penyembuhan.

“Sastra adalah cara bangsa Ukraina menjaga ingatan kolektifnya,” kata Profesor Dmytro Ostapchuk dari Universitas Lviv. “Kami mencatat sejarah bukan hanya dengan kamera, tapi juga dengan pena.”

Ukraina Mau Bicara dengan Rusia tapi Bukan di Belarus, Lalu di Mana?

Baca Juga: Minta Fee dari Nasabah Pegawai Bank BUMN di Lampung Jadi Tersangka Korupsi Rp 2 Miliar

Sastra Perang dan Identitas

Karya-karya baru pasca 2022 banyak mengangkat pengalaman warga sipil, pengungsi, dan prajurit. Antologi puisi seperti Voices from Bakhmut dan novel Letters from Mariupol menarik perhatian pembaca di Eropa Barat dan AS.

Beberapa sastrawan muda bahkan menulis langsung dari garis depan, mengaburkan batas antara dokumentasi dan sastra.

Dukungan Global dan Masa Depan

Festival sastra internasional kini rutin menghadirkan penulis Ukraina. Pemerintah juga memberi dukungan pada penerjemahan dan distribusi karya ke luar negeri. Tahun ini, Ukraina menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair.

Kami bukan hanya negara yang bertahan, tapi juga yang mencipta,” ujar Menteri Kebudayaan Ukraina.

Dengan perpaduan antara keberanian, keindahan bahasa, dan kekayaan budaya,  terus tumbuh sebagai cermin jiwa bangsa—dan kini, jendela dunia untuk memahami Ukraina dari dalam.

Skintific