Tinggal di Kandang Kambing Etin dan Ibunya Akan Dapat Rumah Layak dari Pemkab Sukabumi
Koran Sukabumi – Tinggal di Kandang Kambing Kehidupan yang penuh perjuangan akhirnya membuahkan hasil bagi Etin (23 tahun) dan ibunya, Siti Aminah (48 tahun), warga Kampung Cisarua, Desa Gunungbatu, Kecamatan Cikidang, Sukabumi. Keduanya, yang selama ini tinggal di dalam kandang kambing, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pemkab Sukabumi berjanji akan memberikan rumah layak huni kepada mereka sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang membutuhkan.
Kisah Etin dan ibunya menjadi viral di media sosial setelah sejumlah foto yang menunjukkan kondisi rumah mereka yang sangat memprihatinkan beredar luas. Rumah yang mereka huni terbuat dari kayu yang lapuk dan sebagian besar dari bangunan kandang kambing yang digunakan oleh Etin dan ibunya sebagai tempat tinggal. Mereka bertahan hidup dalam kondisi tersebut selama bertahun-tahun dengan harapan suatu saat bisa memiliki rumah yang lebih baik.
Kondisi Rumah yang Memprihatinkan
Etin dan ibunya tinggal di sebuah kandang kambing yang dibangun secara seadanya. Dinding rumah terbuat dari papan bekas dan atapnya terbuat dari daun rumbia yang tidak tahan lama. Tidak jarang air hujan masuk ke dalam rumah, membuat keadaan semakin sulit, terutama saat musim penghujan tiba. Meskipun begitu, Etin dan ibunya tetap bersyukur bisa bertahan hidup, meskipun keadaan sangat sulit.
“Saya dan ibu tidak punya pilihan lain. Kami tinggal di sini karena tidak mampu untuk membangun rumah yang layak. Kami bertahan dengan seadanya, tapi alhamdulillah masih diberi kesehatan,” ujar Etin dalam wawancara dengan salah satu media lokal.
Etin, yang sehari-harinya bekerja serabutan untuk menghidupi dirinya dan ibunya, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah membayangkan akan mendapatkan bantuan rumah layak huni. Namun, perjuangan dan kondisi hidup yang semakin memprihatinkan akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.
Baca Juga: Pemkab Sukabumi Usulkan 8.190 Tenaga Non-ASN Jadi PPPK Paruh Waktu
Reaksi Pemerintah Kabupaten Sukabumi
Setelah mengetahui kondisi kehidupan Etin dan ibunya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera bergerak cepat untuk memberikan solusi. Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, dalam kunjungannya ke lokasi rumah Etin pada tanggal 29 Agustus 2025, mengungkapkan bahwa Pemkab Sukabumi akan memberikan bantuan rumah layak huni kepada keluarga tersebut.
“Setelah kami melihat langsung kondisi rumah yang ditempati oleh Etin dan ibunya, kami merasa tergerak untuk memberikan bantuan. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga di Kabupaten Sukabumi, terutama yang membutuhkan, dapat tinggal di tempat yang layak dan nyaman. Oleh karena itu, kami akan membangun rumah layak huni untuk Etin dan ibunya,” ungkap Bupati Marwan Hamami dalam pernyataan resmi.
Selain memberikan rumah layak huni, Pemkab Sukabumi juga menyampaikan bahwa bantuan akan mencakup sejumlah kebutuhan dasar lainnya, termasuk sembako dan fasilitas pendukung agar Etin dan ibunya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik.
Bantuan Rumah Layak Huni: Program Pemerintah untuk Warga Tidak Mampu
Bupati Sukabumi juga menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan pembangunan rumah tersebut selesai dalam waktu singkat.
“Kami berharap dengan adanya rumah layak huni ini, Etin dan ibunya bisa lebih nyaman dalam menjalani kehidupan. Kami juga akan terus memantau kondisi mereka dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” tambah Bupati Marwan.
Kisah Etin yang Menginspirasi Banyak Orang
Kisah Etin dan ibunya yang tinggal di kandang kambing ini telah menginspirasi banyak orang, terutama warga Sukabumi, untuk lebih peduli terhadap sesama. Berbagai elemen masyarakat turut memberikan dukungan moril dan materiil kepada Etin dan ibunya. Banyak yang merasa tergerak untuk membantu, termasuk memberikan sumbangan sembako dan pakaian layak pakai.
“Kami semua merasa senang dan bersyukur karena pemerintah peduli dengan keadaan Etin dan ibunya.
Tinggal di Kandang Kambing Masa Depan Etin dan Ibunya
Dengan adanya bantuan rumah layak huni, Etin dan ibunya berharap dapat memulai kehidupan yang lebih baik. Etin mengungkapkan bahwa dia ingin memberikan yang terbaik untuk ibunya, yang selama ini setia mendampinginya dalam kondisi sulit. Ia juga berharap, dengan adanya rumah baru, ia bisa membuka usaha kecil-kecilan untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu kami. Semoga dengan rumah baru ini, kehidupan kami bisa lebih baik dan saya bisa menghidupi ibu dengan lebih layak,” ujar Etin dengan mata berkaca-kaca.
Tinggal di Kandang Kambing Harapan untuk Warga Lain
Peristiwa ini juga memberikan harapan bagi warga lainnya yang berada dalam kondisi serupa. Bupati Marwan Hamami menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperhatikan dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kita akan terus mengedepankan kepedulian terhadap warga yang kurang mampu. Program rumah layak huni ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sukabumi,” katanya.
Penutupan: Perjuangan yang Berbuah Manis
Kisah Etin dan ibunya adalah bukti nyata bahwa meskipun hidup dalam kondisi sulit, harapan dan perjuangan tidak akan pernah sia-sia. Berkat perhatian dari pemerintah dan dukungan masyarakat, mereka kini dapat memulai babak baru dalam hidup mereka dengan tempat tinggal yang lebih layak dan kehidupan yang lebih baik.
Semoga bantuan ini dapat memberikan inspirasi bagi banyak pihak untuk terus peduli dan membantu sesama, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.





