Trump Disanjung di Israel Netanyahu Justru Dikecam Warganya Sendiri
Koran Sukabumi – Trump Disanjung di Israel Pemandangan yang kontras terlihat di Israel baru-baru ini. Saat nama mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dielu-elukan oleh sebagian warga Israel dan tokoh-tokoh politik karena dianggap “sahabat sejati Israel”, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru menghadapi gelombang protes dari rakyatnya sendiri.
Fenomena ini menjadi sorotan media internasional dan memicu pertanyaan: mengapa pemimpin asing seperti Trump justru mendapatkan pujian, sementara pemimpin negeri sendiri menghadapi kritik keras?
Trump: Sahabat Lama Israel
Mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS ke sana.
Mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.
Mendorong perjanjian Abraham Accords yang membuka hubungan diplomatik antara Israel dan beberapa negara Arab.
Kebijakan-kebijakan itu membuat banyak warga Israel, terutama kalangan konservatif dan nasionalis, memandang Trump sebagai pemimpin luar negeri yang sangat berpihak pada kepentingan Israel.
Baca Juga: BMKG Peringatkan 5 Wilayah di RI Berpotensi Tsunami Imbas Gempa di Filipina
Netanyahu di Tengah Badai Kritik
Sementara itu, situasi dalam negeri Israel semakin panas bagi Netanyahu. Sejak perang antara Israel dan Hamas kembali meletus, masyarakat Israel semakin keras mengkritik pemerintahan Netanyahu, terutama terkait:
Kegagalan intelijen dalam mencegah serangan besar Hamas pada Oktober 2023.
Strategi perang yang berlarut-larut di Gaza tanpa solusi politik jangka panjang.
Krisis politik internal, termasuk tekanan dari kelompok oposisi dan demonstrasi jalanan hampir setiap pekan.
Dalam sejumlah demonstrasi di Tel Aviv dan Yerusalem, spanduk-spanduk bertuliskan “Netanyahu Harus Mundur” dan “Kami Lelah Berperang” terus bermunculan. Bahkan, keluarga dari para sandera dan korban perang menyuarakan kemarahan mereka secara terbuka terhadap sang perdana menteri.
Pujian untuk Trump, Sindiran untuk Netanyahu
Yang menarik, dalam berbagai aksi unjuk rasa atau diskusi publik, tak jarang warga menyindir Netanyahu dengan membandingkannya dengan Donald Trump.
Trump mungkin bukan sosok sempurna, tapi dia membuat keputusan yang menguntungkan kami. Netanyahu justru terlihat bingung dan terlalu banyak kompromi,” ujar seorang pengunjuk rasa di Tel Aviv.
Perspektif Politik: Antara Citra dan Realita
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa pujian terhadap Trump di Israel lebih merupakan simbol kekecewaan publik terhadap kepemimpinan Netanyahu daripada bentuk dukungan utuh terhadap kebijakan AS.
Ini semacam pelarian. Warga mencari sosok yang dulu mereka anggap kuat dan pro-Israel, sambil melampiaskan kekecewaan pada pemimpin mereka sendiri,” ujar seorang dosen politik Timur Tengah dari Universitas Haifa.
Penutup
Perbedaan cara warga Israel memandang Donald Trump dan Benjamin Netanyahu menunjukkan bahwa persepsi publik bisa sangat kompleks.
Satu hal yang pasti, Netanyahu kini berada di titik krusial dalam karier politiknya, dan harapan masyarakat terhadap perubahan kepemimpinan semakin kuat. Di sisi lain, Trump tetap menjadi tokoh populer di mata sebagian warga Israel — meski masa depan politiknya di Amerika sendiri masih penuh tanda tanya.






